SILAHKAN ISI BUKU TAMU



Selasa, 03 Juni 2014

Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Tharekat di Indonesia


Tarekat berasal dari bahasa Arab : tarekaq, jamaknya tara’iq. Secara etimologi berarti : (1) jalan, cara (al-kaifiyyah); (2) metode, sistem (al-uslub); (3) mazhab, aliran, haluan (al-mazhab); Menurut  istilah, tarekat berarti perjalanan seorang saleh (pengikut tarekat) menuju Tuhan dengan cara menyucikan diri atau perjalanan yang harus ditempuh oleh seseorang untuk dapat mendekatkan diri sedekat mungkin kepada Tuhan.  
Dalam tasawwuf seringkali dikenal istilah Thariqah, yang berarti jalan, yakni jalan untuk mencapai Ridla Allah. 








Dengan pengertian ini bisa digambarkan, adanya kemungkinan banyak jalan, sehingga sebagian sufi menyatakan, At thuruk bi adadi anfasil mahluk, yang artinya jalan menuju Allah itu sebanyak nafasnya mahluk, aneka ragam dan macamnya. Orang yang hendak menempuh jalan itu haruslah berhati hati, karena : Ada yang sah dan ada yang tidak sah, ada yang diterima dan ada yang tidak diterima. (Mu’tabarah. Wa ghairu Mu’tabarah).
==================================
================================== 
Dr. Kamil Musthafa Asy-Syibi berpendapat dalam tesisnya tentang gerakan tasawuf dan gerakan syiah mengungkapkan, tokoh yang pertama kali memperkenalkan sistem thariqah adalah Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani (w. 561 H/1166 M) di Baghdad.  Menurut Al-Jurjani ‘Ali bin Muhammad bin ‘Ali mengatakan bahwa : Tarekat ialah metode khusus yang dipakai oleh salik (para penempuh jalan) menuju Allah Ta’ala melalui tahapan-tahapan/ maqamat.Ajaran thariqatnya menyebar kesemua penjuru Islam, yang mendapat sambutan luas di Aljazair, Ghinia, dan Jawa. Adapun di Mesir, tarekat yang banyak pengikutnya adalah Tarekat Rifa’iyyah yang dibangun Sayyid Ahmad Ar-Rifa’i. Organisasi serupa mulai timbul pada abad ke-12 M, tetapi belum menonjol dan baru Nampak perkembangannya pada abad-abad berikutnya. Disamping untuk pria, ada juga tarekat untuk wanita. Tetapi tidak berkembang dengan baik seperti tarekat untuk pria. 

==================================
==================================



Teori lain sejarah kemunculan tarekat dikemukan oleh Jhon O. Voll. Ia menjelaskan bahwa penjelasan mistis terhadap Islam muncul sejak awal sejarah Islam, dan para sufi yang mengembangkan jalan-jalan spiritual personal mereka dengan melibatkan praktik-praktik ibadah, pembacaan kitab suci, dan kepustakaan tentang kesalehan. Para sufi ini kadang-kadang teribat konflik dengan ototritas-ototritas dalam komunitas Islam dan memberikan alternative terhadap orientasi yang lebih bersifat legalistik, yang disampaikan oleh kebanyakan ulama. Namun, para sufi secara bertahap menjadi figure-figur penting dalam kehidupan keagamaan di kalangggan penduduk awam dan mulai mengumpulkan kelompok-kelompok pengikut yang diidentifikasi dan diikat bersama oleh jalan tasawuf khusus (tarekat) sang guru. Menjelang abad ke-12 M (ke-5 H), jalan-jalan ini mulai menyediakan basis bagi kepengikutan yang lebih permanen, dan tarekat-tarekat sufi pun muncul sebagai organisasi sosial utama dalam komunitas Islam.

==================================
==================================
 

Bagikan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

No Coment No Cry